“Tapi, sebaliknya saat cuaca panas ruas jalan jadi berdebu, terjadi kemacetan karena para sopir tidak ada yang mau mengalah, yang ujungnya mereka ribut sesama sopir, hal itu kerap membuat kemacetan panjang,” katanya lagi.
Meskipun begitu, permasalahan itu mulai berkurang dalam beberapa pekan ini atau setelah pihak Satlantas Polres Dumai turun ke lapangan untuk menertibkan kendaraan dan mampu mengurai kemacetan. “Penyebab kemacetan dan kecelakaan fatal akibat muatan berlebih harus dihentikan melalui penegakan hukum,” harapnya.
Terkait persoalan ODOL, Polda Riau dan Pemprov Riau dikabarkan telah melakukan sosialisasi terhadap kendaraan angkutan ODOL sepanjang Juni 2025. Selanjutnya, pada Agustus 2025, pihak berwajib bakal memberikan sanksi berat sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku terhadap kendaraan angkutan ODOL.
(DA)

