Vox Critica: Saya Ingin Anda Marah

#Prolog

Negara kerap dibayangkan sebagai entitas rasional dan stabil, meski kenyataannya ia adalah medan tarik-menarik antara kuasa, resistensi, dan kompleksitas manusia. Di balik retorika keteraturan, tersembunyi banalitas bernegara, logika internal yang menggerogoti diri sendiri, di mana hukum berubah jadi alat represi, pembangunan menghancurkan lingkungan, dan wacana keadilan menjadi kedok bagi ketidakadilan. Namun, di sisi lain, ada binalitas bernegara: sikap negara yang tak terkendali, bermuka dua, memainkan peran penstabil sekaligus sumber kekacauan, memonopoli kekerasan “sah” sambil mempraktikkan kekerasan struktural.

Seperti dikatakan Weber, negara mengklaim monopoli kekerasan, tetapi justru di situlah paradoksnya: ia menindas demi ketertiban, sambil menyembunyikan ketidakadilan di balik retorika kesejahteraan. Demokrasi elektoral direduksi jadi ritual pemilu, partai politik menjadi mesin oligarki, dan partisipasi publik diredam melalui soft repression seperti UU ITE. Negara pura-pura mendengar, tapi memelihara status quo.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI