Santri Modern: Religius, Cerdas, dan Berdaya Saing Global
Tahun ini, tema Hari Santri Nasional mengusung semangat “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.
Presiden Prabowo memaknai tema tersebut sebagai simbol tekad baru para santri untuk tidak hanya menjaga moral bangsa, tetapi juga tampil sebagai pelopor kemajuan global yang tetap berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan. Mereka menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, berakhlak mulia, serta berdaya saing di tingkat internasional,” ungkap Prabowo.
Presiden juga mengingatkan pentingnya peran santri di era digital. Dia menilai, generasi santri masa kini harus mampu memadukan spiritualitas, kecerdasan intelektual, dan keterampilan teknologi agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman.
Langkah Nyata: Pemerintah Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pesantren, Presiden Prabowo mengumumkan langkah strategis pemerintah, yaitu pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama.
Kebijakan ini, menurut Prabowo, bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan berbasis pesantren agar semakin sejahtera dan berdaya saing.
“Saya telah merestui usulan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” jelasnya.

