Langkah PSSI Rangkul Suporter, tapi Publik Masih Waspada
Pertemuan dengan Ultras Garuda bukan satu-satunya yang dilakukan federasi. Sebelumnya, PSSI juga sempat berdialog dengan Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) dan La Grande Indonesia, yang diwakili Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional sekaligus anggota Exco PSSI.
Serangkaian pertemuan ini disebut sebagai upaya PSSI membuka ruang partisipasi publik. Namun, beberapa pengamat menilai, dialog semacam ini perlu diikuti dengan kebijakan nyata agar tidak berhenti di level simbolik.
“Suporter hari ini jauh lebih kritis. Mereka ingin transparansi, bukan sekadar diundang foto bersama. Kalau PSSI ingin dipercaya, keterbukaan harus dibuktikan lewat kebijakan, bukan narasi,” komentar netizen di media sosial.
Jalan Panjang Reformasi Sepakbola Indonesia
Langkah PSSI menerima kritik dari Ultras Garuda memang patut diapresiasi sebagai upaya awal membuka ruang dialog. Tapi publik menuntut lebih dari sekadar pertemuan seremonial.
Evaluasi sistem pembinaan, profesionalisme liga, hingga keberanian mengambil keputusan transparan masih menjadi tantangan utama bagi federasi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Apapun hasilnya, satu hal menjadi jelas: suporter kini tidak hanya berdiri di tribun untuk bernyanyi, tetapi juga menuntut haknya sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola Indonesia.

