Bitcoin Kembali Tertekan, Investor Mulai Hati-hati Hadapi Arah Pasar Kripto

DumaiHeadlines.com – Aset kripto utama dunia, Bitcoin, kembali menghadapi tekanan setelah anjlok lebih dari 8% dalam sepekan terakhir ke posisi USD104.000.

Penurunan ini terjadi usai harga menembus level psikologis USD108.000, menandai berlanjutnya fase konsolidasi di pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian global.

Oktober Hitam di Pasar Kripto

Oktober 2025 menjadi catatan tersendiri bagi Bitcoin. Untuk kali pertama dalam enam tahun terakhir, aset digital ini menutup Oktober dengan performa negatif. Sejak 2013, hanya tiga kali Bitcoin mencatatkan penurunan harga di bulan yang sama—yakni pada 2014, 2018, dan kini 2025.

Di sisi lain, sejumlah altcoin juga belum lepas dari tekanan. Aset seperti Ethereum (ETH), XRP, BNB, Solana (SOL), LINK, DOGE, dan HYPE tercatat melemah lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, beberapa sektor spesifik seperti AI dan Real World Asset (RWA) menunjukkan tanda-tanda stabilitas harga.

Tekanan dari Sentimen Makro Global

Menurut analis dari Reku, Fahmi Almuttaqin, pelemahan pasar kripto kali ini tak lepas dari pengetatan likuiditas global dan meningkatnya sentimen “risk-off” di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.

“Dengan kombinasi likuiditas yang ketat dan gejolak makro, terlebih di tengah potensi government shutdown AS, Bitcoin sebagai aset risk-on mengalami tekanan yang cukup serius,” kata Fahmi dalam pernyataan resminya, Selasa (4/11/2025).

Kendati demikian, data dari Glassnode menunjukkan belum ada tanda bahwa fase bullish Bitcoin telah berakhir. Dari 30 indikator yang dipantau, semuanya masih menunjukkan sinyal hold. Sekitar tujuh metrik telah mencapai lebih dari 70% progres, menandakan bahwa harga puncak Bitcoin kemungkinan belum tercapai di siklus kali ini.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI