DumaiHeadlines.com — Pemerintah Kota Dumai memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.
Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto memimpin langsung High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada Jumat (5/12/2025) di Ruang Rapat Teratai, Lantai III Kantor Wali Kota Dumai.
Rapat ini menjadi salah satu agenda krusial Pemko Dumai untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, terlebih setelah sejumlah daerah pemasok di Sumatera Barat dan Sumatera Utara terdampak bencana alam yang berpotensi memengaruhi distribusi.
Pertemuan diikuti unsur Forkopimda, instansi vertikal, Perum BULOG Dumai, perangkat daerah terkait, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai.
Seluruh peserta sepakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan konsumsi masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Inflasi Menurun, tetapi Risiko Lonjakan Tetap Ada
Statistisi Ahli Muda BPS Dumai, Iswenda Noviani melaporkan bahwa Dumai mencatat deflasi pada November 2025. Kendati demikian, tingkat inflasi tahunannya berada pada level tertinggi sejak 2023 dan mendekati batas nasional 3,5%.
Iswenda menegaskan, tren penurunan harga komoditas bergejolak tidak boleh membuat seluruh pemangku kepentingan lengah, karena sifat konsumsi musiman kerap memicu kenaikan harga di menit akhir.
“Harga pangan saat ini bergerak turun, tetapi potensi kenaikan pada masa puncak belanja masyarakat jelang hari raya tetap harus diantisipasi,” ungkap Iswenda, seperti dikutip dari website resmi Pemko Dumai, Jumat (5/12/2025).
Selain fluktuasi konsumsi, status Siaga Darurat Hidrometeorologi yang ditetapkan Pemprov Riau ikut menjadi fokus pembahasan. Gangguan rantai pasok akibat cuaca ekstrem dapat memicu kelangkaan barang pokok dan kenaikan biaya logistik.

