DumaiHeadlines.com – Pentolan Behemoth, Adam “Nergal” Darski kembali memicu diskusi hangat di kalangan komunitas metal dunia.
Bukan soal aksi panggungnya yang teatrikal, melainkan pembelaannya terhadap judul album terbaru Behemoth, The Shit Ov God yang sempat menuai kritik karena dianggap terlalu vulgar dan provokatif.
Dalam wawancara terbaru bersama media Australia, Heavy, musisi asal Polandia ini menegaskan bahwa pemilihan judul tersebut bukanlah sebuah kecerobohan kreatif.
Sebaliknya, dia menyebutnya sebagai langkah “nol besar” (zeroing) untuk mendobrak ekspektasi penggemar yang terlalu terpaku pada estetika masa lalu.
Melawan Bayang-bayang ‘The Satanist’
Nergal menyadari bahwa banyak fans yang selalu membandingkan karya barunya dengan album ikonik The Satanist.
Baginya, mencoba melampaui keagungan judul-judul terdahulu seperti Evangelion atau Opvs Contra Natvram adalah misi yang mustahil jika hanya menggunakan pola yang sama.
“Judul The Satanist itu hanya sekali seumur hidup. Jika saya terus mencoba melampauinya, saya akan gagal,” ungkap Nergal dinukil pada Jumat (19/12/2025).
Nergal menjelaskan bahwa setelah menggunakan referensi Alkitab untuk album I Loved You At Your Darkest dan pemikiran Carl Jung untuk Opvs Contra Natvram, dia butuh sesuatu yang benar-benar kontras.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang berlawanan, sesuatu yang membuat orang lengah. ‘The Shit Ov God‘ adalah jawabannya. Ini lebih filosofis dari yang Anda duga,” ungkapnya.
Misi Membingungkan Penggemar
Bagi Nergal, seni tidak harus selalu disukai secara instan. Dia justru merasa berhasil jika karyanya memicu kebingungan dan perdebatan.
“Tujuan utama saya adalah membuat orang bingung setengah mati. Dan saya berhasil,” katanya dengan nada bangga.
Nergal meminta para pendengar untuk tidak hanya melihat judul tersebut sebagai slogan primitif, melainkan menggali lebih dalam ke dalam liriknya.
Menurutnya, ada kedalaman makna yang menuntut upaya intelektual dari para penggemar untuk mencerna dan memprosesnya.

