Menjaga Warisan Tom Araya
Tantangan terbesar muncul saat unit ini mulai melakukan tur dunia dan memasukkan beberapa setlist lagu Slayer. Mark mengakui bahwa suara Tom Araya memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditiru.
“Saya selalu menghormati Tom. Suaranya sangat unik. Jadi, ketika kami membawakan lagu Slayer, saya berusaha memberikan keadilan (do him justice) pada karakter vokal tersebut,” ungkap Mark.
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak berusaha menjadi “Tom Araya baru”, melainkan mengeksekusi lagu-lagu tersebut dengan agresi yang tepat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Slayer selama puluhan tahun.
Persiapan Album Kedua
Kesuksesan tur dunia yang mencakup Amerika Utara, Eropa, Jepang, hingga Australia nampaknya membuat chemistry antara Mark, Kerry King, Paul Bostaph (drum), Kyle Sanders (bass), dan Phil Demmel (gitar) semakin solid.
Kabar baiknya, Mark membocorkan bahwa mereka tidak akan berhenti di satu album saja. Saat ini, tim sedang dalam proses penulisan materi untuk album kedua.
“Kami sedang mengumpulkan materi. Kemungkinan besar kami akan masuk studio rekaman pada kuartal pertama tahun depan (2026),” pungkas Mark.

