Museum Perang Inggris Disorot Usai Ganti Galeri Medali Perang dengan Tur Bertema LGBTQ+

Kritik: Sejarah Kepahlawanan Dianggap Tergeser

Seperti menukil laman RT.com pada Sabtu (28/12/2025), Lord Ashcroft menyampaikan kekecewaannya secara terbuka melalui media sosial.

Dia menilai langkah museum tersebut sebagai keputusan yang sulit diterima, terutama karena menghilangkan ruang khusus bagi kisah-kisah keberanian luar biasa para penerima Victoria Cross.

Menurutnya, penghapusan galeri tersebut mencerminkan perubahan arah museum yang dinilai terlalu mengikuti tren ideologis tertentu. Pernyataan itu memicu reaksi berantai dari kalangan akademisi dan pengamat budaya.

Profesor Anthony Glees dari University of Buckingham turut mengkritik kebijakan tersebut. Dia berpendapat bahwa penggantian galeri medali dengan pameran bertema identitas berpotensi mereduksi makna sejarah keberanian dan pengorbanan.

Glees juga menilai langkah itu sebagai upaya membingkai ulang sejarah agar lebih menarik bagi generasi muda, namun dengan risiko mengaburkan konteks aslinya.

Pihak Museum: Tidak Ada Agenda Ideologis

Menanggapi kritik tersebut, Imperial War Museum menegaskan bahwa berakhirnya pameran medali tidak berkaitan dengan tur LGBTQ+.

Pihak museum menyatakan bahwa masa peminjaman koleksi Lord Ashcroft memang telah habis pada September lalu, sehingga galeri tersebut harus ditutup sesuai perjanjian awal.

IWM juga menegaskan bahwa tur LGBTQ+ bukan dimaksudkan untuk menggantikan atau meremehkan kisah kepahlawanan militer, melainkan memperluas perspektif sejarah dengan memasukkan narasi yang selama ini jarang disorot.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI