Drama Ebo Noah, ‘Nabi’ Bahtera di Ghana: Saat Ramalan Kiamat Berujung Jeruji Besi

DumaiHeadlines.com – Fenomena “Nabi Palsu” kembali mengguncang publik. Kali ini, Evans Eshun atau yang populer dikenal sebagai Ebo Noah, harus berurusan dengan hukum di Ghana.

Pria 30 tahun ini diringkus polisi tepat di penghujung tahun, setelah janji kiamat banjir besar yang dia gaungkan terbukti sekadar isapan jempol.

Kasus ini menjadi potret nyata bagaimana narasi ketakutan sering kali dijadikan komoditas untuk mengeruk keuntungan pribadi di bawah jubah agama.

Kiamat yang ‘Tertunda’ dan Dalih Puasa

Drama ini bermula saat Noah mengklaim mendapat wahyu bahwa bumi akan diterjang air bah dahsyat tepat pada Hari Natal 2025.

Selama berbulan-bulan, dia menghantui pengikutnya dengan video pembangunan 10 kapal kayu yang disebutnya sebagai “Bahtera Nuh Modern”.

Namun, ketika tanggal yang ditentukan berlalu tanpa setetes pun banjir, Noah mengeluarkan alibi yang mencengangkan.

Ya, dia mengklaim bahwa doa dan puasa tiga minggunya telah berhasil “merayu” Tuhan untuk menunda bencana tersebut.

“Tuhan memberi kita waktu lebih untuk membangun kapal tambahan,” ujarnya dalam pesan yang viral.

Akan tetapi, publik tidak lagi percaya, terutama setelah beredar kabar bahwa dana jemaat justru mengalir ke gaya hidup glamor sang nabi.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI