Bukan Sekadar Bayangan Guns N’ Roses, Matt Sorum Ungkap Kebanggaan Terbesar dalam Karier Rocknya

DumaiHeadlines.com – Mantan drummer Guns N’ Roses (GNR), Matt Sorum kembali membuka memori lama terkait pasang surut kariernya di panggung musik dunia.

Dalam bincang-bincang terbaru di SiriusXM, musisi 65 tahun ini merefleksikan betapa besarnya pengaruh “stempel” GNR dalam hidupnya, sekaligus perjuangannya membentuk identitas baru lewat Velvet Revolver.

Bagi masyarakat pecinta musik rock, nama Matt Sorum adalah jaminan kualitas. Namun bagi Sorum, masa-masanya di GNR hingga tahun 1996 terasa seperti sebuah mimpi yang melampaui kenyataan.

Identitas yang Melekat Abadi

Sorum mengakui bahwa menyandang status sebagai mantan personel Guns N’ Roses memberinya kredibilitas yang tak ternilai. Hal ini pula yang membawanya masuk ke dalam deretan elit Rock And Roll Hall of Fame pada 2012 silam.

“Itu adalah cap persetujuan yang sangat kuat. Nama itu (Guns N’ Roses) terus melekat dan memberi saya akses ke seluruh dunia untuk melakukan banyak hal besar lainnya,” ungkap Sorum dalam transkrip yang dilansir dari Blabbermouth pada Rabu (14/1/2026).

Menariknya, Sorum juga menyinggung hubungannya dengan Steven Adler, drummer asli GNR yang ia gantikan. Jika dulu mereka sempat tidak akur, kini di usia senja, keduanya telah berdamai dan saling menghargai sebagai sesama legenda.

Kebanggaan Menjadi “Velvet Revolver”

Salah satu momen paling mengharukan dalam wawancara tersebut adalah ketika Sorum menceritakan masa-masa pembentukan Velvet Revolver bersama Slash dan Duff McKagan pada 2002. Saat itu, mereka harus bersaing dengan band-band muda di pasar musik yang sudah berubah.

Ada satu kenangan yang paling membekas di hati Sorum saat dia sedang berjalan di Manhattan bersama Duff McKagan.

“Seorang penggemar menghampiri dan menyapa, ‘Hey, kalian Duff dan Matt dari Velvet Revolver.’ Kami saling berpandangan dan merasa sangat keren. Biasanya orang selalu menyebut ‘Guns N’ Roses’. Tapi saat itu, kami merasa bangga karena berhasil menciptakan sesuatu yang baru dan diakui,” tuturnya.

Damai dengan Masa Lalu

Meski sempat menyimpan kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam reuni GNR tahun 2016, di mana dia baru mengetahui kabar tersebut dari internet saat sedang tur bersama Slash, Sorum kini mengaku sudah move on.

Dia memilih untuk fokus pada rasa syukur atas apa yang telah dicapai. Sorum juga memberikan apresiasi tinggi bagi mendiang Scott Weiland, vokalis Velvet Revolver.

Walaupun hubungan mereka sempat memanas sebelum Weiland wafat pada 2015, Sorum menyebutnya sebagai salah satu vokalis terbaik yang pernah berbagi panggung dengannya, bersanding dengan nama besar seperti Axl Rose.

“Saya sudah menerima kenyataan bahwa mereka (GNR) melakukan hal mereka sendiri, dan saya melakukan hal saya. Saya merasa sangat baik dengan masa-masa saya di band tersebut,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI