Penggunaan gas air mata dan perangkat flash-bang.
Aksi dorong dan penggunaan tongkat pemukul (baton).
Penangkapan paksa sejumlah aktivis di lokasi kejadian.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kekacauan di pusat kota, di mana proyektil beterbangan dan kepulan asap gas air mata menyelimuti barisan demonstran yang membawa spanduk “ICE Out of Everywhere”.
Ekonomi Lumpuh: Toko Tutup, Sekolah Kosong
Aksi ini bukan sekadar demo jalanan. Penyelenggara menyerukan warga untuk berhenti bekerja, sekolah, dan berbelanja sebagai bentuk protes ekonomi.
Minneapolis: Ribuan orang memadati pusat kota meski suhu udara membeku.
San Francisco Bay Area: Puluhan bisnis lokal, mulai dari toko buku hingga restoran, memilih tutup sebagai bentuk solidaritas.
New York & Chicago: Terjadi aksi walkout masif oleh pelajar dan guru dari ruang kelas.
Tensi Politik: Ancaman Impeachment di Washington
Konflik di jalanan ini merembet ke ranah politik tingkat tinggi. Demokrat di DPR AS kini mengancam akan memulai proses pemakzulan (impeachment) terhadap Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, kecuali Presiden Donald Trump segera memecatnya.
Menanggapi tekanan tersebut, Trump melalui Truth Social membela Noem dengan pernyataan keras.
“Kaum kiri radikal, pemberontak, dan preman menyerang Kristi Noem hanya karena dia seorang wanita dan telah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa!” tulis Trump, dikutip dari Russia Today, Sabtu (31/1/2026).
Penyelenggara National Shutdown memastikan bahwa gelombang protes, pemogokan, dan aksi solidaritas ini akan terus berlanjut sepanjang akhir pekan ini di puluhan kota lainnya termasuk San Diego.

