Rusia dan China Membantah
Pihak Moskow melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov juga telah bersuara. Dia menyebut Washington sangat sadar bahwa Rusia tidak memiliki rencana militer apa pun terhadap Greenland.
Sementara itu, Beijing menuding isu ancaman ini sengaja diembuskan AS sebagai dalih untuk memperluas pangkalan militer mereka di kutub utara.
Senada dengan itu, Sekjen NATO, Mark Rutte meminta semua pihak tenang. Dia menekankan bahwa keamanan Arktik harus dibicarakan dalam bingkai pertahanan kolektif NATO, bukan dengan memaksa perubahan status kedaulatan sebuah wilayah.
Langkah Antisipasi Uni Eropa
Meski situasi dinilai aman, Uni Eropa tidak tinggal diam. Komisi Eropa tetap menyiapkan paket keamanan Arktik, termasuk rencana pengadaan kapal pemecah es (icebreaker) untuk memperkuat posisi strategis dan pengawasan di wilayah utara yang semakin terbuka akibat perubahan iklim.
Analisis independen juga menunjukkan bahwa meski Rusia dan China aktif secara ekonomi di Arktik, belum ada pergerakan militer yang mengarah pada penguasaan Greenland secara paksa.

