Jelang Rilis Album Into Oblivion, Lamb of God Gebrak lewat Single Blunt Force Blues

DumaiHeadlines.com – Unit heavy metal raksasa asal Richmond, Virginia, Lamb of God resmi melepas amunisi terakhir mereka sebelum meluncurkan album penuh teranyar.

Bertajuk “Blunt Force Blues”, single ini menjadi penutup rangkaian perkenalan album “Into Oblivion” yang dijadwalkan rilis pada 13 Maret 2026 mendatang di bawah naungan Epic Records.

Lagu ini bukan sekadar deretan riff gahar. Bagi sang vokalis, Randy Blythe, “Blunt Force Blues” adalah bentuk penghormatan terhadap akar komunitas musik lokal di Richmond yang telah membesarkan mereka.

Menolak Tren, Pilih Kebebasan Kreatif

Setelah berkarier lebih dari 25 tahun, Lamb of God kini lebih memilih untuk “pulang” ke identitas asli mereka.

Gitaris Mark Morton menekankan bahwa album baru ini adalah ruang bagi mereka untuk bernapas secara kreatif tanpa tekanan industri.

“Kami merasa tidak perlu lagi mengikuti tren atau ekspektasi apa pun. Semangatnya adalah kembali ke titik awal: ‘Mari kita buat musik yang menurut kita keren’,” tegas Morton dikutip dari Blabber Mouth.

Sentuhan Magis Studio Legendaris

Proses produksi album ini pun dilakukan dengan penuh totalitas. Menariknya, Randy Blythe merekam vokalnya di Total Access Studio di California.

Studio tersebut bukan tempat sembarangan; di sinilah sejarah musik punk dunia tertulis lewat rekaman band ikonik seperti Black Flag dan Descendents.

Produksi dan mixing album dipercayakan kepada kolaborator lama mereka, Josh Wilbur untuk memastikan karakter suara Lamb of God tetap bertenaga namun segar.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI