Proyek “Star Wars” Jilid II Donald Trump Bikin Rusia Murka, Telan Anggaran Super Fantastis Rp57.600 Triliun!

MOSKOW, jakrev.com – Rencana besar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memagari negaranya dengan sistem pertahanan rudal luar angkasa bernama “Golden Dome” menuai reaksi keras.

Pemerintah Rusia memperingatkan bahwa langkah Washington tersebut bisa merusak tatanan keamanan nuklir global dan memicu perang bintang di antariksa.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov melontarkan peringatan tajam terkait inisiatif pertahanan yang dijadwalkan beroperasi pada 2028 tersebut. Menurut Lavrov, proyek raksasa AS itu adalah ancaman nyata bagi stabilitas strategis dunia.

Dalam pidatonya di hadapan peserta Konferensi Moskow tentang Non-Proliferasi Nuklir pada Senin lalu, Lavrov menuding AS tengah memicu babak baru perlombaan senjata.

“Tindakan destruktif Amerika Serikat dan para sekutunya membuat risiko militerisasi luar angkasa dan perubahannya menjadi medan konflik meningkat secara nyata,” ungkapnya, seperti dikutip rt.com, Senin (16/3/2026).

Anggaran Gila-gilaan Tembus Rp57.600 Triliun

Inisiatif Golden Dome, yang pertama kali dipublikasikan pada Januari 2025, dirancang sebagai perisai pelindung berlapis. Sistem ini disiapkan untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik, hipersonik, hingga rudal jelajah dari negara-negara musuh dalam hitungan menit setelah diluncurkan.

Berbeda dengan sistem pertahanan darat, Golden Dome mengandalkan jaringan pencegat (interceptor) yang ditempatkan di luar angkasa. Namun, teknologi fiksi ilmiah ini menuntut biaya yang bisa membuat ekonomi bergetar.

Gedung Putih memperkirakan proyek ini menelan dana awal USD 175 miliar (sekitar Rp2.800 triliun). Namun, para ahli memprediksi biayanya jauh lebih mengerikan. Estimasi pengeluaran riil Golden Dome diyakini melonjak di kisaran USD 500 miliar (Rp8.000 triliun) hingga USD 3,6 triliun (setara Rp57.600 triliun) untuk masa operasional 20 tahun.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI