Sebut Pernikahan Alat Penindas Perempuan, Sayap Muda Partai Penguasa Jerman Usulkan Kemitraan Bebas

DumaiHeadlines.com – Gelombang pemikiran radikal tengah mengguncang internal politik Jerman. Organisasi pemuda dari Partai Sosial Demokrat (SPD) Berlin secara mengejutkan meluncurkan mosi untuk menghapuskan institusi pernikahan di negara tersebut.

Mereka menilai, pernikahan selama ini hanyalah topeng romantis yang sebenarnya menjadi instrumen penindasan sistematis.

Mosi berjudul ‘Down with the patriarchy, even if it feels romantic’ ini diajukan oleh kelompok pemuda yang dikenal sebagai Jusos (Young Socialists).

Mereka mendesak agar pemerintah Jerman mengganti konsep pernikahan tradisional dengan model kemitraan hidup bersama yang lebih cair dan tidak mengikat secara permanen.

Tudingan Terhadap Institusi Pernikahan

Melansir laporan dari RT.com, Jusos Berlin melontarkan kritik tajam terhadap tatanan sosial yang berlaku saat ini. Menurut mereka, pernikahan adalah pilar utama “patriarki” yang menjamin dominasi laki-laki atas perempuan.

Tidak berhenti di situ, mereka juga menuding pernikahan sebagai alat bagi negara kapitalis untuk menjalankan kebijakan yang rasis dan diskriminatif.

“Emanispasi dan upaya meruntuhkan struktur heteropatriarki hanya bisa terwujud melalui perubahan radikal,” ungkap kelompok tersebut dalam draf mosi yang direncanakan tayang pada konferensi partai di Berlin bulan ini.

Mereka berpendapat bahwa sifat “permanen” dalam sebuah pernikahan justru membelenggu kebebasan individu dan hak untuk menentukan jalan hidup sendiri.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI