JAKARTA – Gemerlap lampu Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, terasa berbeda pada turnamen Polytron Indonesia Open 2026 Part of HSBC BWF World Tour Super 1000.
Tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet tepok bulu, turnamen ini bertransformasi menjadi panggung sportstainment yang memadukan semangat olahraga dengan inovasi teknologi kendaraan listrik.
Kehadiran Polytron G3+ Series sebagai Official Electric Vehicle (EV) Partner di ajang ini membawa warna baru. Sebanyak 248 pebulutangkis elite dari 22 negara telah berkumpul sejak Jumat, 5 Juni 2026, untuk memperebutkan total hadiah yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp23,2 miliar (1,45 juta dolar AS).
Polytron tak sekadar hadir sebagai pendukung mobilitas para atlet kelas dunia. Mereka membawa konsep unik bertajuk “Beyond Badminton” yang berupaya menyatukan dunia olahraga dan hiburan.
Menurut pihak penyelenggara, kesamaan DNA menjadi alasan utama di balik kolaborasi ini. Polytron dan Indonesia Open sama-sama tumbuh sebagai identitas kebanggaan Indonesia yang memiliki ambisi besar untuk bersaing di panggung internasional. Semangat Pride of the Nation inilah yang membuat area Istora disulap menjadi ruang bermain interaktif bagi masyarakat.
Hingga penutupan turnamen pada 7 Juni 2026, pengunjung bisa menjajal berbagai aktivitas di booth Polytron. Mulai dari tantangan Speed Typing, Smash & Reflex Challenge, hingga deretan permainan interaktif lainnya. Suasana semakin pecah dengan kehadiran panggung musik yang menampilkan musisi papan atas nasional seperti Maliq & D’Essentials dan Marion Jola.

