Meski terlihat sederhana, momen itu dianggap menunjukkan bahwa hubungan mertua dan menantu tidak harus dipenuhi ketegangan. Sebaliknya, kedekatan dapat tumbuh melalui perhatian kecil yang dilakukan secara tulus.
Selain itu, Merdi juga kerap membagikan berbagai aktivitas sehari-hari bersama keluarga dengan sentuhan humor. Dalam salah satu kontennya, ia memperlihatkan dirinya sebagai menantu yang sigap membantu berbagai pekerjaan rumah tangga, mulai dari urusan kebersihan hingga mencuci pakaian.
Pada sebuah kesempatan, Dewi Yull sempat merasa khawatir ketika harus menangani pakaian berbahan satin yang dikenal mudah rusak. Namun, Merdi dengan santai meyakinkan bahwa semuanya dapat ditangani dengan baik.
Di Tengah Kekhawatiran Generasi Muda soal Pernikahan
Kisah harmonis seperti yang ditunjukkan Merdi dan Dewi Yull hadir di tengah maraknya tren “marriage is scary” yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Istilah tersebut menggambarkan kekhawatiran sebagian generasi muda terhadap kehidupan setelah menikah, termasuk soal penyesuaian dengan keluarga pasangan dan hubungan dengan mertua.

