Sejak menit awal, Meksiko langsung mengambil kendali permainan. Dukungan ribuan suporter membuat para pemain tampil agresif dan terus menekan pertahanan Afrika Selatan.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol cepat pada menit kesembilan. Julian Quinones menjadi pemain yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan lawan dalam membangun serangan.
Gol tersebut membuat permainan semakin terbuka. Afrika Selatan mencoba keluar dari tekanan, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih menghadapi organisasi pertahanan Meksiko.
Memasuki babak kedua, situasi semakin sulit bagi Afrika Selatan. Mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Sphephelo Sithole menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.
Keunggulan jumlah pemain membuat Meksiko semakin nyaman. Puncaknya terjadi pada menit ke-67 ketika Raul Jimenez mencetak gol kedua melalui sundulan yang membuat Stadion Azteca kembali bergemuruh.
Bagi Jimenez, gol tersebut memiliki arti penting karena menjadi salah satu momen spesial dalam perjalanan panjangnya bersama tim nasional Meksiko.

