Mimpi Puluhan Tahun yang Akhirnya Terwujud
Bagi Vozinha, pertandingan melawan Spanyol bukan sekadar laga biasa. Itu adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
Kiper yang sudah 13 tahun menjadi penjaga gawang utama Cape Verde tersebut mengaku sempat hampir menyerah dalam mengejar mimpinya di sepak bola profesional.
“Saya sudah bekerja sepanjang hidup saya untuk momen ini. Saya berusia 40 tahun dan memulai karier profesional ketika berusia 25 tahun pada 2012. Saya pernah berpikir untuk berhenti, tetapi saya tetap bertahan karena mimpi ini,” ungkapnya.
Meski mendapat penghargaan individu, Vozinha menolak menganggap keberhasilannya sebagai pencapaian pribadi. Menurutnya, hasil positif melawan Spanyol lahir dari kerja keras seluruh pemain.
“Saya mendapat penghargaan pemain terbaik, tetapi ini untuk semua rekan satu tim. Tanpa mereka, semua ini tidak mungkin terjadi,” ucapnya.
Cape Verde Tidak Datang Hanya untuk Berpartisipasi
Menghadapi salah satu tim terbaik dunia, Cape Verde tampil dengan organisasi permainan yang disiplin. Spanyol memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat lawannya.
Peluang terbaik Spanyol datang melalui Ferran Torres yang sempat melepaskan tembakan hingga membentur mistar. Selebihnya, Vozinha menjadi tembok terakhir yang sulit dilewati.
Sang kiper menegaskan Cape Verde memiliki modal besar berupa kebersamaan tim.
“Kekuatan terbesar kami adalah persatuan. Banyak orang berpikir kami datang hanya untuk menikmati turnamen, tetapi kami tahu kami memiliki tim yang pantas dihormati,” ujarnya.
“Kami memang baru pertama kali berada di sini, tetapi kami datang untuk bersaing dan berjuang untuk negara kami. Kami akan mencoba memenangkan pertandingan dan melihat sejauh mana perjalanan kami,” tambah Vozinha.
Pelatih Cape Verde, Bubista, juga memberikan penghormatan kepada kipernya tersebut. Ia menyebut perjuangan Vozinha menjadi gambaran karakter timnya.
“Vozinha sangat emosional. Dia telah berusaha keras untuk bisa berada di sini, dan air mata itu menunjukkan ketangguhan,” kata Bubista.
Menurutnya, hasil imbang melawan Spanyol membuktikan bahwa Cape Verde memiliki mental kuat.
“Kami ingin dunia melihat bagaimana tim kami bermain. Kami menunjukkan keberanian, ketahanan, dan kemampuan untuk melewati berbagai rintangan. Itu adalah gambaran negara kami,” tuturnya.

