Beban Berat Amorim dan Syarat Wajib Kebangkitan Skuat
Mengenai figur Ruben Amorim, Capello mengakui kualitas pelatih asal Portugal itu saat sukses membawa Sporting Lisbon berjaya. Namun, kegagalan pahit Amorim saat menukangi Manchester United di Premier League Inggris menjadi catatan merah yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Menurut Capello, Milan adalah klub dengan sejarah besar yang menuntut hasil instan dan prestasi tinggi. Masalahnya, Amorim datang ke Italia dengan keterbatasan pengetahuan mengenai atmosfer kompetisi Serie A—faktor yang juga dinilai menjadi penyebab utama kegagalannya di Inggris.
“Di United, dia gagal masuk ke dalam pemikiran para pemainnya. Di Milan, dia wajib mengubah pendekatan tersebut. Ini menjadi perjudian karena Rossoneri memilih pelatih yang buta akan liga kita, dan dia sendiri harus menebus kegagalannya di klub sebelumnya,” lanjut pria berusia 79 tahun itu.
Untuk membantu melancarkan transisi tersebut, Capello menegaskan Milan wajib mendatangkan pemain baru yang berkualitas di empat posisi krusial: seorang bek tengah yang kukuh, gelandang jangkar, bek kiri pelapis, serta penyerang tengah bertipe pembunuh.
Dia juga berpesan agar bintang skuat, Rafael Leão, segera membenahi mentalitas bertandingnya agar bisa kembali ke performa terbaiknya seperti dua tahun lalu.
Selain itu, Capello menyarankan agar manajemen mempertahankan pemain veteran sekaliber Luka Modric.
Kehadiran Modric dinilai sangat penting sebagai figur teladan dan pemimpin di ruang ganti, terutama saat skuat AC Milan harus berjuang merajut kembali kejayaan tanpa atmosfer kompetisi Liga Champions pada musim depan.

