Fundamental Ekonomi Tetap Kukuh
Dukungan kilat yang diberikan oleh Pemerintah China dipandang sebagai cerminan dari tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap stabilitas dalam negeri.
Di hadapan para investor, Bendahara Negara tersebut memaparkan bukti-bukti otentik mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang tetap berdiri kukuh di tengah guncangan geopolitik dunia.
Purbaya juga tidak menampik adanya beberapa catatan dari investor mengenai hambatan investasi di Tanah Air. Namun, dia memastikan bahwa seluruh sumbatan tersebut sedang dibersihkan secara progresif oleh pemerintah demi mematuhi instruksi langsung dari Presiden.
Pemerintah terus bergerak demi menciptakan iklim investasi yang jauh lebih sehat dan kompetitif. Sikap ini membuat jajaran otoritas finansial di Beijing merasa optimistis terhadap prospek kemitraan jangka panjang ini.
Menjaga Jarak dari Polarisasi Geopolitik
Di akhir penjelasannya, Purbaya menegaskan bahwa perluasan portofolio pembiayaan ke pasar Tiongkok tidak akan mengaburkan posisi politik luar negeri Indonesia. Jakarta tetap setia pada prinsip non-blok (non-alignment) dan murni melihat kerja sama ini dari kacamata profesionalisme ekonomi.
Indonesia tidak akan mengikatkan diri pada kepentingan geopolitik blok tertentu. Pintu kolaborasi tetap dibuka lebar secara berimbang bagi seluruh kekuatan ekonomi utama dunia.
“Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkas dia.

