Menurutnya, suasana di ruang ganti Kanada diwarnai perasaan campur aduk. Di satu sisi mereka berhasil mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya, namun di sisi lain mereka kehilangan kesempatan menjadi juara grup.
“Secara kolektif tentu ada sedikit kekecewaan. Kami ingin tetap bermain di rumah sendiri, tetapi sekarang kami harus melihat siapa lawan berikutnya,” katanya.
Kanada sebenarnya masih memiliki peluang meraih hasil positif setelah Promise David memperkecil ketertinggalan pada menit ke-76. Gol itu lahir hanya dua menit setelah sang pemain masuk sebagai pemain pengganti.
Tekanan demi tekanan kemudian dilancarkan tuan rumah pada menit-menit akhir. Namun sejumlah peluang gagal berbuah gol penyama kedudukan setelah kiper Swiss, Gregor Kobel, tampil gemilang di bawah mistar.
Swiss Tampil Lebih Efektif
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Swiss langsung membuka keunggulan hanya 40 detik setelah jeda. Juan Vargas sukses memanfaatkan umpan silang rendah Johan Manzambi sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang.

