DUMAIHEADLINES.COM – Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, mengakui keunggulan Kolombia setelah timnya takluk 0-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Menurutnya, permainan disiplin dan penguasaan bola Kolombia menjadi faktor utama yang membuat Ghana kesulitan mengembangkan permainan.
Bertanding di Kansas City Stadium, Sabtu (4/7/2026) WIB, Kolombia memastikan tempat di babak 16 besar berkat gol tunggal Jhon Arias pada menit ke-14.
Hasil tersebut juga memperpanjang rekor tak terkalahkan La Sele menjadi empat pertandingan sepanjang turnamen.
Queiroz mengatakan anak asuhnya sebenarnya sempat mampu memberikan tekanan pada beberapa momen. Namun, dia menilai kualitas permainan Kolombia memang berada di atas Ghana pada laga tersebut.
“Kami menghadapi tim yang mampu mengontrol pertandingan dengan sangat baik. Cara mereka mengalirkan bola dan bergerak tanpa bola membuat kami kesulitan merebut kembali penguasaan bola dan membangun serangan,” ujar Queiroz seusai laga, dikutip dari laman FIFA.
Dia menambahkan, para pemain Ghana tetap menunjukkan semangat juang hingga peluit akhir dibunyikan.
“Para pemain bermain dengan hati dan determinasi. Kami berusaha menekan, menyerang, serta menciptakan peluang. Namun, umpan terakhir dan penyelesaian akhir kami tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan. Secara keseluruhan, tim terbaik memang memenangkan pertandingan,” katanya.
Gol Arias Jadi Pembeda
Pertandingan diawali dengan ancaman dari Ghana melalui tembakan jarak jauh Thomas Partey pada menit-menit awal. Namun setelah itu, Kolombia perlahan mengambil alih ritme permainan.
Gol kemenangan lahir pada menit ke-14. Luis Suarez yang masuk menggantikan Jhon Cordoba karena cedera berhasil menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim umpan ke depan gawang. Jhon Arias menyambutnya dengan penyelesaian satu sentuhan yang gagal dihentikan kiper Lawrence Ati-Zigi.
Kolombia sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan. Luis Diaz sempat melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang melebar, sementara sundulan Johan Mojica digagalkan penyelamatan refleks Ati-Zigi.
Pada babak kedua, Diaz kembali membobol gawang Ghana. Namun gol tersebut dianulir karena offside setelah proses peninjauan. Tak lama berselang, penyerang Kolombia itu kembali memperoleh peluang emas, tetapi sepakannya masih mampu diamankan Ati-Zigi.
Di sisi lain, lini pertahanan Kolombia tampil sangat solid. Sepanjang pertandingan, Ghana gagal mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah tepat ke gawang.

