Bermain Tanpa Takut
Sejak awal, Norwegia sadar mereka datang bukan sebagai tim favorit. Hampir semua prediksi mengunggulkan Brasil melaju dengan mudah ke delapan besar.
Namun, di ruang ganti tim asuhan Stale Solbakken, keyakinan justru tumbuh.
“Kami tahu kami bukan unggulan. Kami tahu pertandingan ini akan sangat sulit. Tapi kami percaya bisa mengalahkan Brasil,” kata Nyland.
Keyakinan itu dibayar lunas di atas lapangan. Nyland menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Ia melakukan empat penyelamatan penting, termasuk menggagalkan tendangan penalti Bruno Guimaraes pada babak pertama.
Penyelamatan itu menjadi titik balik pertandingan. Jika penalti tersebut berbuah gol, cerita malam itu mungkin akan berbeda.
Nyland mengungkapkan keberhasilannya bukan semata karena keberuntungan.
“Semuanya berasal dari persiapan. Saya banyak belajar, berdiskusi dengan pelatih mental, analis pertandingan, dan pelatih kiper. Mereka semua punya peran besar dalam penyelamatan itu,” tuturnya.
Meski bangga bisa menggagalkan penalti Brasil, ia mengaku momen paling indah justru datang beberapa menit kemudian.
“Perasaan terbaik adalah saat peluit akhir berbunyi,” katanya sambil tersenyum.
Haaland Kembali Menjawab Keraguan
Di sisi lain lapangan, Erling Haaland kembali melakukan apa yang paling dia kuasai, mencetak gol. Dua gol yang lahir dari kakinya memastikan kemenangan Norwegia sekaligus membuat namanya masuk dalam buku sejarah.
Haaland kini menjadi pemain pertama sejak Gerd Muller pada Piala Dunia 1970 yang mampu mengemas tujuh gol hanya dalam empat penampilan pertamanya di ajang tersebut. Namun, bagi Haaland, semua itu bukan soal statistik.
“Kalau saya mendapat satu atau dua peluang, biasanya berakhir menjadi gol. Saya juga tidak tahu bagaimana bisa seperti itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Penyerang berusia 25 tahun itu mengatakan dirinya hanya berusaha tetap tenang dan percaya bahwa kesempatan akan datang.
“Saya mulai sadar bahwa kemampuan ini adalah anugerah dari Tuhan. Rasanya benar-benar luar biasa.”

