Hossam Hassan Meradang, Klaim Wasit dan VAR Menguntungkan Argentina

DUMAIHEADLINES.COM – Perdebatan mengenai kepemimpinan wasit kembali mencuat di Piala Dunia 2026.

Kali ini, sorotan datang dari pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan yang meluapkan kekecewaannya usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina dalam laga babak 16 besar di Atlanta, yang berakhir pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Hassan menilai sejumlah keputusan wasit, termasuk penggunaan Video Assistant Referee (VAR), telah merugikan Mesir dan menguntungkan sang juara bertahan.

Bahkan, dia secara terbuka mempertanyakan keadilan pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Argentina memastikan tiket ke perempat final setelah Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada menit ke-92.

Sebelumnya, tim berjuluk Albiceleste mampu mencetak tiga gol hanya dalam waktu sekitar 13 menit untuk membalikkan keadaan.

Sejumlah Keputusan Kontroversial

Kekecewaan kubu Mesir berawal dari beberapa insiden yang dinilai layak mendapat perhatian VAR.

Salah satunya terjadi ketika Julian Alvarez melakukan tekel terhadap Mohamed Salah di dalam kotak penalti.

Menurut Hassan, Alvarez lebih dahulu mengenai kaki penyerang Mesir sebelum berhasil menyentuh bola. Namun, pertandingan tetap dilanjutkan tanpa pemeriksaan VAR.

Tak lama berselang, Alexis Mac Allister juga dinilai menarik Hamdi Fathy di area penalti. Lagi-lagi, wasit asal Prancis, Francois Letexier, memilih meneruskan permainan.

Kontroversi bertambah setelah gol Zico dianulir melalui tinjauan VAR. Wasit menilai Lisandro Martinez telah dilanggar dalam proses terjadinya gol tersebut.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Hassan mengaku sulit menerima hasil akhir yang terjadi.

“Hidup memang tidak selalu adil, tetapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak yakin dengan hasil pertandingan ini maupun bagaimana pertandingan berlangsung,” kata Hassan.

Dia bahkan melontarkan pernyataan yang lebih keras dengan menyebut turnamen seolah berpihak kepada Argentina.

“Wasit tidak adil. Upaya satu bangsa telah disia-siakan. Saya merasa Piala Dunia ini diarahkan untuk Argentina,” ujarnya.

Singgung Tekanan terhadap Wasit

Emosi Hassan sempat memuncak setelah gol penentu kemenangan Argentina tercipta. Aksi protesnya di pinggir lapangan membuat Francois Letexier mengganjarnya dengan kartu kuning.

Menurut Hassan, bukan hanya keputusan di lapangan yang menjadi persoalan. Ia menduga tekanan yang diberikan kubu Argentina sebelum pertandingan turut memengaruhi kepemimpinan wasit.

“Penalti kami tidak diberikan dan bahkan tidak diperiksa melalui VAR. Semua orang melihat ada tarikan jersey terhadap pemain kami, tetapi tidak ada pemeriksaan. Sulit memahami keputusan-keputusan seperti ini,” tuturnya.

Dia juga mengatakan kemenangan Argentina tidak sepenuhnya layak diraih jika melihat jalannya pertandingan.

“Argentina tidak pantas memenangkan pertandingan ini. Ketika saya pulang nanti, saya tidak akan menonton lagi sisa Piala Dunia karena saya merasa tidak ada keadilan,” ucap Hassan.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI