FIFA Jelaskan Mengapa Gol Mesir Dianulir
Dalam kesempatan yang sama, Collina turut menjelaskan alasan di balik dianulirnya gol Mesir saat menghadapi Argentina.
Dia menerangkan bahwa setiap gol yang tercipta akan diperiksa melalui proses Attacking Possession Phase (APP). VAR akan menelusuri rangkaian serangan untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang berpengaruh terhadap terciptanya gol.
Jika ditemukan pelanggaran dalam proses tersebut, VAR dapat meminta wasit melakukan peninjauan langsung melalui on-field review, tanpa dibatasi jarak maupun waktu antara pelanggaran dengan terjadinya gol.
Sebagai contoh, Collina menyoroti momen ketika pemain Mesir, Marwan Attia, menginjak kaki bek Argentina, Lisandro Martínez, sebelum gol tercipta.
“Bagi kami, pelanggaran tetaplah pelanggaran. Apabila wasit tidak melihat insiden itu di lapangan, VAR memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi peninjauan ulang,” jelasnya.
Sebaliknya, apabila VAR menilai tidak ada pelanggaran dalam proses serangan, maka gol akan tetap disahkan.
Collina juga menyinggung duel antara Mohamed Salah dan Julián Alvarez menjelang akhir pertandingan. Menurut hasil penilaian wasit dan VAR, kontak yang terjadi masih tergolong wajar dalam permainan sehingga tidak layak dianggap sebagai pelanggaran.
Meski mengakui bahwa beberapa keputusan dalam sepak bola tetap mengandung unsur subjektivitas, Collina menilai penerapan prinsip kerja VAR sepanjang Piala Dunia 2026 telah berlangsung secara konsisten sesuai pedoman FIFA.

