Warisan Perjuangan yang Tak Akan Hilang
Perjalanan panjang memperjuangkan Persebaya, kata Andhi, penuh dengan tantangan. Berbagai tekanan, cibiran hingga kekerasan fisik pernah mereka alami. Namun, Andie Peci tetap memilih bertahan hingga perjuangan itu membuahkan hasil.
“Perjuangan itu tidak mudah. Ada lelah, ada caci maki, ada kekerasan fisik, ada keraguan, bahkan ada rasa putus asa. Namun Andie Peci tetap teguh. Bersama banyak pejuang lainnya, Andie Peci menjadi salah satu motor penggerak yang terus mengawal perjuangan hingga akhirnya Persebaya kembali diakui oleh PSSI.”
Baginya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas dan keberanian mampu mengalahkan berbagai rintangan.
Atas nama Bonek Jabodetabek, Andhi juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada sahabatnya itu.
“Terima kasih atas keberanian, atas suara, atas pengorbanan, dan atas jejak perjuangan yang akan selalu dikenang,” ucapnya.
Ia meyakini semangat Andie Peci akan tetap hidup dalam setiap langkah perjuangan Bonek.
“Semangatnya akan terus hidup dalam setiap nyanyian di tribun, dalam setiap langkah perjuangan, dan dalam setiap Bonek yang percaya bahwa kesetiaan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan.”
Ungkapan duka juga datang dari Syarifudin, anggota Bonek Jabodetabek. Ia menilai Andie Peci telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan Persebaya.
“Andie Peci mungkin telah berpulang, tetapi suaranya akan terus bergema di hati kami. Perjuangan boleh selesai, tetapi semangat para pejuangnya akan hidup selamanya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari rekan-rekan Bonek, jenazah Andie Peci rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Madiun, Jawa Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi Bonek, tetapi juga bagi banyak pencinta sepak bola Indonesia yang mengenal dedikasi dan konsistensinya selama bertahun-tahun.

