Permainan Tradisional Kembali Dikenalkan
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan Hari Anak Nasional tahun ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” kata Kurniawan dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Rabu (22/7/2026).
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kemendikdasmen menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, yakni ruang aktivitas yang menggabungkan permainan tradisional, pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), serta eksplorasi alam.
Anak-anak PAUD hingga SD kelas rendah akan mengikuti beragam kegiatan seperti eksplorasi alam, bermain peran, menjadi ilmuwan cilik, hingga membuat layang-layang dan kincir angin.
Sementara itu, siswa SD kelas tinggi hingga SMA diajak memainkan kembali permainan tradisional seperti gasing, congklak, bakiak, egrang batok, rangku alu, hingga membuat perahu jong.
Menurut Kemendikdasmen, aktivitas tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

