DumaiHeadlines.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Di tengah pengerahan kapal induk besar-besaran yang dijuluki “Armada Cantik” oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) melayangkan peringatan keras kepada Iran terkait rencana latihan militer Teheran di Selat Hormuz.
Washington mendesak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk tetap bertindak “profesional” dan menghindari risiko yang tidak perlu selama latihan tembak langsung yang dijadwalkan dimulai pada Minggu besok.
Gertakan “Armada Cantik” Trump
Presiden Donald Trump secara terbuka memamerkan kekuatan militer AS yang kini mulai mengepung wilayah Iran.
Dia mengonfirmasi bahwa gugus tempur kapal induk (Carrier Strike Group) yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln telah mendekati posisi strategis.
“Ada armada cantik lainnya yang sedang berlayar menuju Iran saat ini,” ujar Trump dalam pernyataannya pada Kamis (29/1/2026) lalu.
Meski memamerkan otot militer, Trump menegaskan bahwa opsi diplomasi tetap terbuka dengan dua syarat mutlak bagi Teheran, yakni hentikan ambisi nuklir, dan hentikan tindakan represif terhadap demonstran.
“Kami punya kapal-kapal besar dan sangat kuat. Akan sangat bagus jika kami tidak harus menggunakannya,” ujar Trump.

