Mark Morton Ungkap Inspirasi Gila di Balik Album Baru Lamb of God ‘Into Oblivion’

DumaiHeadlines.com – Raksasa metal asal Amerika Serikat, Lamb of God, resmi mengumumkan detail album studio ke-10 mereka bertajuk “Into Oblivion”.

Album yang sangat dinantikan ini dijadwalkan meluncur ke pasaran pada 13 Maret 2026 melalui label Epic Records.

Gitaris utama Lamb of God, Mark Morton, dalam wawancara terbaru di The Downbeat Podcast, membeberkan bahwa album ini merupakan hasil dari proses “pulang kampung” secara musikalitas.

Dia mengaku sengaja menggali kembali akar musik yang membentuk karakter band ini di awal era 2000-an.

Kembali ke Akar ‘Swedish Metal’

Menariknya, Morton tidak mencari inspirasi dari tren musik modern. Dia justru memutar kembali album-album klasik dari ranah Swedish Extreme Metal yang ia gandrungi saat Lamb of God kali pertama terbentuk.

“Saya kembali mendengarkan The Haunted, At The Gates, hingga materi awal Meshuggah. Album ‘Slaughter of the Soul’ milik At The Gates adalah klasik yang mutlak,” ungkap Morton dikutip dari Blabber Mouth.

Baginya, energi dan pola permainan dari band-band Swedia tersebut memberikan percikan semangat baru saat dia mulai menulis riff gitar untuk album Into Oblivion.

Peran Vital Art Cruz

Selain referensi musik klasik, Morton juga memuji kontribusi drummer Art Cruz. Bergabung sejak 2019 menggantikan Chris Adler, Art dinilai sudah semakin menyatu dengan jiwa Lamb of God.

“Art adalah penggemar berat karya-karya Lamb of God sebelum dia bergabung. Dia sering memberi masukan seperti, ‘Lamb of God tahun 2009 akan melakukan gaya ini’. Perspektifnya sangat kami hargai untuk menjaga identitas suara band,” tutur Morton.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI