Jelang Derby Milan, Fabio Capello Sanjung Kejeniusan Cristian Chivu dan Massimiliano Allegri

DumaiHeadlines.com – Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello memberikan pujian setinggi langit kepada dua juru taktik jelang laga panas Derby Della Madonnina yang berlangsung Senin (9/3/2026) dini hari WIB.

Mantan pelatih AC Milan, AS Roma dan Real Madrid itu menyebut juru taktik Inter Milan, Cristian Chivu dan bos AC Milan, Massimiliano Allegri sebagai dua pemikir taktik terbaik di kancah sepakbola Italia saat ini.

Melalui perbincangannya di siniar Milan Vibes yang dikutip MilanNews24, Capello pasang badan terkait kritik minimnya jam terbang yang kerap dialamatkan kepada Chivu.

Dia lantas mengenang masa-masa awal karier kepelatihannya yang juga sempat diragukan banyak pihak.

“Chivu ditempatkan di posisi itu tanpa banyak pengalaman, persis seperti saya dulu yang baru memimpin lima pertandingan saat memulai,” ungkap Capello.

“Saya sangat mengenal Cristian, karena saya yang merekrutnya sebagai pemain di Roma. Ia adalah sosok yang cerdas, tajam, dan memiliki mental pemenang. Ia datang tanpa banyak bicara dan berhasil menyadarkan tim bahwa mereka masih tangguh dan mampu meraih kemenangan.”

Capello juga secara khusus mengapresiasi keberanian manajemen Inter Milan. Menurutnya, menunjuk pelatih muda seperti Chivu membuktikan visi luar biasa dari presiden dan jajaran direksi klub.

Dengan senyum simpul, Capello pun teringat bagaimana para kritikus dulu kerap meremehkannya sebagai sosok pelatih yang sekadar ‘asal bapak senang’ di awal kariernya.

Sebut Allegri Masih yang Terbaik

Bergeser ke kubu rival, Capello memberikan pembelaan yang tak kalah tegas untuk Massimiliano Allegri. Dia menepis mentah-mentah anggapan miring yang menyebut bahwa era keemasan pelatih AC Milan tersebut telah habis.

“Apa yang ditunjukkan Allegri membuktikan bahwa dia masih menjadi salah satu pelatih terbaik yang ada, dia jelas bukan sosok yang sudah habis,” tegasnya.

“Dia paham betul potensi skuat yang ada di tangannya. Allegri tahu nilai dari para pemainnya, sebuah keahlian yang kerap gagal dilakukan oleh banyak pelatih muda saat ini. Kebanyakan pelatih muda tidak mampu memoles potensi pemain mereka dan hanya sekadar meniru taktik pelatih lain,” jelas Capello.

Menutup perbincangannya, Capello dengan gaya bicaranya yang lugas turut mengkritik perdebatan usang di kalangan pengamat sepakbola antara pelatih yang mendewakan hasil (pragmatis) dan mereka yang fokus pada gaya permainan (puris).

“Kisah tentang kaum pragmatis yang dihadapkan dengan kaum puris itu sebenarnya sama sekali tidak pernah ada,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI