Hasil Liga Italia: Estupinan Jadi Pahlawan AC Milan, Patahkan Rekor Inter di Derby della Madonnina

DumaiHeadlines.com – AC Milan berhasil keluar sebagai pemenang dalam duel panas Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan krusial 1-0 atas Inter Milan ini tidak hanya mengamankan gengsi sekota, tetapi juga meniupkan kembali asa Rossoneri dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.

Gol semata wayang dari Pervis Estupinan menjadi mimpi buruk bagi Nerazzurri, sekaligus menodai rekor tak terkalahkan mereka di liga sejak November tahun lalu. Kini, jarak antara Milan dan Inter di pucuk klasemen menyusut menjadi hanya tujuh poin.

Inter datang ke laga ini dengan kondisi pincang di lini serang. Absennya Marcus Thuram karena flu dan cederanya Lautaro Martinez memaksa pelatih meracik duet striker dadakan.

Milan pun tak lepas dari masalah cedera, di mana Matteo Gabbia dan Santiago Gimenez harus menepi setelah operasi, sementara Davide Bartesaghi belum bugar sepenuhnya.

Jalannya Laga yang Alot

Pertandingan langsung berjalan dengan tensi tinggi. AC Milan nyaris mencetak gol cepat pada menit ketiga memanfaatkan umpan keliru dari kiper Yann Sommer. Namun, tembakan keras Luka Modric dari luar kotak penalti masih melenceng tipis dari sasaran.

Inter tak tinggal diam. Henrikh Mkhitaryan memamerkan aksi solo run brilian dari area pertahanannya sendiri, tetapi penyelesaian akhirnya saat tinggal berhadapan dengan kiper sukses dimentahkan oleh Mike Maignan.

Kegagalan Inter itu langsung dibayar mahal. Melalui transisi cepat, Youssouf Fofana dan Rafael Leao melakukan kombinasi umpan satu-dua yang menawan.

Fofana kemudian melepaskan umpan terobosan jitu yang mengeksploitasi celah di belakang Luis Henrique. Pervis Estupinan yang berlari kencang dari sisi kiri sukses menceploskan bola dari sudut sempit. Gol ini menandai torehan perdana pemain asal Ekuador tersebut bersama panji merah-hitam.

Milan bahkan nyaris menggandakan skor sebelum turun minum. Umpan tarik Christian Pulisic sudah siap disambar oleh Alexis Saelemaekers, namun intersep krusial dari Federico Dimarco menyelamatkan gawang Inter dari kebobolan lebih banyak.

Tensi Memuncak di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan semakin terbuka. Inter mencoba menekan lewat sepakan Piotr Zielinski yang masih bisa diamankan Maignan. Di sisi lain, serangan balik cepat Milan yang dimotori Pulisic berujung pada tembakan Rafael Leao yang sayangnya masih melebar jauh.

Peluang emas Inter untuk menyamakan kedudukan terbuang sia-sia pada menit ke-54. Menerima umpan pantul dari Mkhitaryan hasil umpan silang Barella, tembakan jarak dekat Dimarco justru melambung di atas mistar gawang.

Keputusan memasukkan Denzel Dumfries sempat memberi asa bagi Inter. Baru semenit berada di lapangan, pergerakannya langsung memaksa Maignan melakukan penyelamatan krusial.

Drama dan kartu kuning mewarnai menit-menit akhir pertandingan. Bek Inter, Alessandro Bastoni, mendapat kartu kuning setelah mengganjal Adrien Rabiot.

Tekel telat ini justru membuat Bastoni cedera dan harus ditarik keluar. Rabiot kemudian juga diganjar kartu kuning, yang membuatnya dipastikan absen pada laga pekan depan melawan Lazio.

Di masa injury time, drama mencapai puncaknya. Inter sempat mencetak gol dari skema sepak pojok, namun wasit telah meniup peluit lebih dulu untuk mengulang tendangan.

Para pemain Nerazzurri juga menuntut penalti setelah sundulan Dumfries mengenai lengan Samuele Ricci, tetapi wasit menilai posisi lengan tersebut natural. Laga akhirnya ditutup dengan sundulan Manuel Akanji yang melenceng, memastikan kemenangan vital bagi AC Milan.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI