Derby della Madonnina Memanas, Mantan Bintang Serie A Adu Argumen Terkait Insiden Handball Ricci

DumaiHeadlines.com – Laga bertajuk Derby della Madonnina yang sarat gengsi antara Inter Milan dan AC Milan berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Rossoneri pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB.

Namun, sorotan utama pasca-pertandingan justru tertuju pada menit-menit kritis menjelang peluit panjang berbunyi, tepatnya saat gelandang AC Milan, Samuele Ricci tertangkap kamera menyentuh bola dengan lengannya di area penalti.

Keputusan pengadil lapangan dan tim Video Assistant Referee (VAR) yang tidak memberikan hukuman penalti bagi Inter memantik reaksi keras. Tiga legenda sepakbola Italia turun gunung memberikan analisis mereka yang saling bertolak belakang.

Alessandro Costacurta: Setuju dengan Keputusan Wasit

Bek legendaris AC Milan, Alessandro Costacurta berada di pihak yang mendukung keputusan tanpa penalti tersebut. Ia menilai ada pergeseran positif dalam cara wasit menilai insiden handball.

“Jarak yang sangat rapat tampaknya menjadi pertimbangan utama VAR. Sampai dua pertandingan lalu, sentuhan seperti itu pasti langsung dihukum penalti,” terang Costacurta kepada Sky Sport Italia.

“Saya menyambut baik perubahan aturan ini. Secara pribadi, insiden semacam itu tidak layak diganjar penalti. Dulu kita kerap dipusingkan oleh penalti-penalti yang terkesan dipaksakan, jadi untuk apa kita meributkan hal ini lagi dan membuang-buang waktu?” jelas dia.

Paolo Di Canio: Tangan Tetap Menghentikan Laju Bola

Sementara itu, Paolo Di Canio, mantan penyerang yang sarat pengalaman di kancah Serie A, memberikan analisis dari sisi keuntungan taktis yang didapat sang pemain.

“Bagi saya, lengan pemain jelas memotong jalur bola. Meski ada indikasi gerakan refleks untuk menarik tangannya, bola tersebut tetap tertahan dan memberi keuntungan karena posisinya tetap di area sang pemain,” papar Di Canio.

“Saya hanya ingin memastikan di mana posisi wasit berdiri. Dalam momen yang menentukan itu, VAR setidaknya wajib memberikan rekomendasi atau sekadar mengonfirmasi apakah wasit memiliki pandangan yang tidak terhalang,” papar mantan penyerang AC Milan di era 1990-an ini.

Beppe Bergomi: VAR Seharusnya Turun Tangan

Dari kubu Nerazzurri, Beppe Bergomi tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap kepasifan teknologi VAR di momen krusial tersebut. Bek yang sukses mengantarkan Italia juara Piala Dunia 1982 itu menilai perlunya peninjauan ulang.

“Saya tidak ingin mencari-cari alasan, namun saya sudah sering melihat penalti diberikan untuk sentuhan yang jauh lebih ringan dari ini. Masalahnya, posisi wasit tidak ideal dan pemain sangat dekat dengan bola,” tegas Bergomi.

“VAR seharusnya mengambil peran di sini, dan saya sungguh tidak mengerti alasan mereka diam.”

Kendati harus mengakui keunggulan rival sekotanya, posisi Inter Milan di pucuk klasemen sementara Serie A masih sangat aman. Pasukan Nerazzurri tetap menjaga jarak tujuh poin dari AC Milan, berbekal catatan impresif 22 kali menang, satu hasil seri, dan lima kali kalah sepanjang 28 pekan bergulirnya liga.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI