DumaiHeadlines.com – AC Milan berhasil menjaga asa di jalur perburuan gelar Serie A musim ini setelah menumbangkan rival sekotanya, Inter Milan dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan dramatis di San Siro pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB ini sekaligus meruntuhkan rekor tak terkalahkan Inter yang telah terjaga sejak 23 November tahun lalu.
Pahlawan kemenangan Rossoneri kali ini datang dari sosok yang tak terduga, Pervis Estupinan. Dia sukses mencetak gol perdananya untuk klub lewat tembakan ke tiang dekat yang gagal diantisipasi Yann Sommer, memanfaatkan umpan terobosan terukur dari Youssouf Fofana.
Pelatih Milan, Massimiliano Allegri secara blak-blakan mengakui bahwa gol tersebut lahir dari skema yang sudah dimatangkan.
“Luis Henrique adalah bek yang tangguh, tetapi kami memang sudah mempersiapkan situasi serangan tersebut saat latihan untuk menembus areanya,” ungkap Allegri kepada DAZN Italia.
Bayang-bayang Musim 2010-2011
Menariknya, kali terakhir Milan menyapu bersih dua kemenangan derbi dalam satu musim Serie A terjadi pada edisi 2010-2011. Saat itu, tim juga diarsiteki oleh Allegri dan musim tersebut berujung pada pesta juara Scudetto.
Meski sejarah berpihak pada mereka dan jarak poin di pucuk klasemen kini tersisa tujuh angka dengan 10 laga sisa, sang allenatore memilih untuk tetap realistis. Dia menegaskan target utamanya sedari awal adalah tiket kualifikasi Liga Champions.
“Inter memiliki keunggulan tujuh poin, itu margin yang sangat besar. Mereka masih menjadi tim terkuat dan favorit utama (untuk Scudetto),” tegas mantan pelatih Juventus tersebut.
“Namun, kami patut bersyukur karena tambahan poin ini membuat kami mampu menjaga jarak dari Juventus (-10 poin), serta Como dan Roma (-9).”
Apresiasi Langsung dari Petinggi Klub
Kerja keras skuad Rossoneri di lapangan juga mendapat apresiasi langsung dari pemilik Milan, Gerry Cardinale. Setelah absen menyambangi stadion selama satu setengah tahun, Cardinale hadir di tribun San Siro dan langsung turun ke ruang ganti pasca-peluit panjang untuk menyalami para pemain.
“Saya sangat senang pihak klub dan pemilik memberikan selamat langsung kepada para pemain. Namun, kami tahu kami belum mencapai target akhir, jadi kami harus tetap fokus,” kata Allegri.
Menyoroti jalannya pertandingan, Allegri mengakui timnya bermain sangat agresif di paruh pertama hingga menguras banyak tenaga. Hal ini memaksa Milan bermain lebih bertahan dan mengandalkan blok rendah di babak kedua saat Inter mulai mendikte permainan.
“Selain peluang serangan balik dari Federico Dimarco, saya tidak mengingat ada ancaman nyata dari Inter. Kami justru memiliki beberapa momen menguntungkan dan bisa saja unggul 2-0 di babak pertama. Kemenangan ini jelas menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi tim,” tutupnya.

