DumaiHeadlines.com — Malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Bali tahun ini berlangsung dalam situasi unik. Umat Islam merayakan takbiran di waktu yang bersamaan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang dijalankan umat Hindu.
Menghadapi kondisi tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali mengimbau umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk tetap melaksanakan takbiran dengan cara yang lebih sederhana dan tidak mengganggu suasana hening Nyepi.
Imbauan ini merupakan hasil koordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali guna menjaga keharmonisan antarumat beragama di Pulau Dewata.
Takbir Tetap Jalan, Tapi Tanpa Keramaian
Dalam kesepakatan tersebut, seperti mengutip pernyataan Muhammadiyah di akun Instagram resminya @lensamu, takbiran tetap diperbolehkan. Namun, pelaksanaannya tidak menggunakan pengeras suara serta menghindari aktivitas yang menimbulkan keramaian berlebihan.
Umat Islam juga dianjurkan untuk berjalan kaki menuju masjid atau mushola terdekat, tanpa konvoi kendaraan maupun penggunaan lampu mencolok.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan Nyepi dengan prinsip tanpa aktivitas, tanpa cahaya, dan tanpa suara.

