DUMAIHEADLINES.COM – Kelompok musik death metal veteran asal Baltimore, Amerika Serikat, Misery Index kembali menggebrak kancah musik ekstrem.
Mereka resmi merilis lagu baru berjudul “Feral Future” yang meluncur lengkap bersama video lirik resminya.
Rilisan ini menjadi karya perdana Misery Index dalam empat tahun terakhir. Lagu tersebut sekaligus menandai kembalinya mereka di bawah naungan label Season Of Mist, serta menjadi amunisi utama menjelang gelaran tur headline Eropa bertajuk “An Epitaph for Endtimes” pada musim panas 2026.
Lagu “Feral Future” menyuguhkan perpaduan intensitas tinggi antara death metal dan grindcore. Dentuman ritem dari duo gitaris Mark Kloeppel dan Darin Morris menyatu rapat dengan ketukan drum Adam Jarvis yang cepat.
Dari sisi lirik, band ini tetap konsisten melontarkan kritik sosial yang tajam. Mereka menyoroti alam sebagai ruang yang mestinya dipulihkan, bukan dikuasai, lalu mengakhirinya dengan refrain tegas: “this is our future.”
Pesan Kritis tentang Hubungan Manusia dan Alam
Vokalis dan pemetik bas Misery Index, Jason Netherton, mengungkapkan bahwa “Feral Future” memuat ajakan untuk mengubah pola pikir manusia terhadap alam sekitar.
“‘Feral Future’ berputar pada gagasan untuk mengubah cara kita memandang hubungan dengan alam. Alam bukanlah sesuatu yang kita kuasai atau berdiri di luar diri kita, melainkan lingkungan yang menyelimuti kita kapan saja dan di mana saja,” kata Jason Netherton.
Dia menegaskan, lagu ini mengusung gagasan pemulihan kembali (rewilding) area pemukiman manusia yang telah rusak akibat eksploitasi, sekaligus membangun ulang keterikatan alami yang menghormati keagungan alam.
“Feral Future” sendiri merupakan salah satu materi awal yang ditulis untuk album penuh kedelapan Misery Index. Karakter lagu yang liar ini diakui menjadi fondasi penting dalam membentuk arah tematik album baru tersebut kelak.
Pengerjaan teknis audio lagu ini melibatkan nama-nama kawakan. Proses mixing ditangani oleh Ricardo Borges, sementara tahap mastering dikerjakan oleh Jens Bogren di Fascination Street Studios.
Sampul artifisial digarap oleh Samuele Puligheddu, aspek fotografi dipotret Ryan Phillips, dan pembuatan video liriknya dipercayakan kepada Cloud Motion Design.
Perjalanan 25 Tahun dan Skuat Terkini
Berdiri sejak 25 tahun lalu, Misery Index terus bertahan kukuh di panggung musik cadas dunia. Dihuni oleh para personel dan mantan anggota unit ternama seperti Pig Destroyer dan Dying Fetus, band asal Baltimore ini telah menancapkan jejak lewat tujuh album studio yang mendapat apresiasi luas dari kritikus.
Daftar penampillan panggung mereka pun amat panjang. Mereka telah menyambangi 46 negara dan menggelar lebih dari 1.500 pertunjukan, termasuk tampil satu panggung bersama sederet nama besar seperti Morbid Angel, Amon Amarth, Fear Factory, Cannibal Corpse, Napalm Death, hingga Deicide.
Sebelumnya, kerja sama Misery Index dengan Season Of Mist telah melahirkan album Live In Munich (2013), The Killing Gods (2014), serta Rituals Of Power (2019). Dua album terakhir saat ini masih dipasarkan secara resmi melalui katalog toko web label tersebut.
Sejarah Misery Index bermula dari proyek studio pada tahun 2001. Kala itu, Jason Netherton (eks-Dying Fetus) berkolaborasi dengan gitaris Mike Harrison dan dramer Kevin Talley (eks-Dying Fetus) untuk menggarap EP perdana bertajuk Overthrow.
Sambutan hangat terhadap mini album tersebut mendorong mereka mengubah proyek ini menjadi band permanen, disusul masuknya gitaris Sparky Voyles (eks-Dying Fetus).
Memasuki tahun 2026, skuat Misery Index diisi oleh Jason Netherton (bas, vokal), Mark Kloeppel (gitar, vokal), Darin Morris (gitar utama), serta Adam Jarvis (drum). Mereka tetap optimistis melangkah ke fase berikutnya dengan energi yang lebih segar.

