Alasan Kemanusiaan di Balik Perpisahan
Keputusan Morse untuk keluar dari Deep Purple pada Juli 2022 sebenarnya didasari oleh alasan yang sangat personal. Dia memilih fokus merawat istrinya, Janine, yang tengah berjuang melawan kanker stadium 4.
Namun, di balik dedikasi keluarga tersebut, Morse juga menyinggung soal kelelahan fisik akibat jadwal tur yang sangat padat. Morse sempat mengusulkan durasi tur yang lebih pendek kepada manajemen, namun usulan itu ditolak mentah-mentah.
“Saya selalu menjadi orang yang mengatakan bahwa tur ini terlalu panjang, ada titik di mana kelelahan tur melanda. Tapi tidak ada yang mau mendengar itu, terutama pihak manajemen,” ungkapnya dalam sesi wawancara lain bersama Sea Of Tranquility.
Warisan 28 Tahun dan Pengganti yang Tepat
Meski merasa ada ganjalan, Morse tetap menunjukkan sikap ksatria. Dia memuji Simon McBride sebagai sosok yang tepat untuk Deep Purple saat ini.
Menurutnya, McBride lebih cocok dengan visi band yang ingin terus “tancap gas” di jalanan dengan jadwal konser yang padat.
Steve Morse sendiri bergabung dengan Deep Purple pada 1994, menggantikan posisi ikonik Ritchie Blackmore. Menariknya, Morse justru bertahan lebih lama di band tersebut dibandingkan Blackmore sendiri.
Selama 28 tahun masa baktinya, ia telah menyumbangkan delapan album studio, termasuk karya terakhirnya Turning To Crime (2021).
Kini, Morse mengaku lebih bahagia bisa kembali ke jalurnya sendiri melalui proyek-proyek seperti Flying Colors, The Dixie Dregs, dan Steve Morse Band.
“Situasi terjadi sebagaimana mestinya. Secara musikal, saya sekarang berada di tempat yang lebih cocok untuk saya,” pungkas Morse.

