DumaiHeadlines.com – Dewa gitar asal Swedia, Yngwie Malmsteen kembali memantik kontroversi panas di jagat musik rock.
Melalui pernyataan resminya, maestro neoclassical metal ini melontarkan kritik tajam kepada deretan mantan vokalisnya yang dianggap mencoba mengeruk keuntungan pribadi dengan mendompleng nama besar serta brand Malmsteen.
Musisi 62 tahun ini menegaskan bahwa para vokalis yang pernah memperkuat album-album solonya di masa lalu hanyalah “pekerja sewaan” dan tidak memiliki hak intelektual atas karya-karya yang mereka nyanyikan.
“Mereka Dibayar untuk Menyanyi, Bukan Memiliki”
Kemarahan Malmsteen memuncak dalam unggahan di media sosialnya pada Kamis (18/12/2025) waktu setempat. Dia merasa gerah melihat fenomena para mantan kolaboratornya yang masih mengandalkan katalog lagu solonya untuk menjual tiket konser atau menarik perhatian publik.
“Perlu saya perjelas: tampil di album solo SAYA tidak sama dengan kepemilikan, kepengarangan, atau warisan (legacy). Menulis satu atau dua baris lirik di sana-sini tidak membuat seseorang menjadi penulis lagu,” tulis Malmsteen dengan nada pedas, seperti dilansir Blabber Mouth, Jumat (19/12/2025).
Dia membandingkan posisi vokalis tersebut setara dengan pemain kibor, pemain bas, atau drumer yang dibayar secara profesional untuk mengeksekusi bagian-bagian musik yang telah dia ciptakan sendiri.
“Jika satu-satunya cara Anda bisa tur atau mendapatkan perhatian adalah dengan bersandar pada merek saya, menggunakan nama saya, judul album saya, dan katalog solo saya, maka Anda sudah menjawab sendiri siapa sebenarnya yang membangun sesuatu (karya itu),” sindirnya.

