Pemicu Konflik: Kasus Mats Leven dan ‘Facing The Animal’
Meski tidak menyebut nama secara spesifik dalam unggahannya, spekulasi mengarah pada pengumuman terbaru dari Mats Leven.
Vokalis yang mengisi vokal di album Facing The Animal (1997) itu baru-baru ini mengumumkan dua konser di Jepang pada Mei 2026 yang secara khusus akan membawakan materi dari album tersebut.
Kontradiksi muncul karena dalam wawancara terpisah, Leven mengklaim memiliki kontribusi kreatif yang signifikan pada album tersebut.
“Yngwie cukup terbuka membiarkan saya berkontribusi. Saya menulis sekitar 30-35 persen dari album Facing The Animal,” klaim Leven.
Dia bahkan menyebut lagu-lagu seperti ‘Enemy’ dan ‘Facing The Animal’ sepenuhnya merupakan hasil coretan lirik dan melodi darinya.
Era Baru: Malmsteen sebagai ‘One-Man Show’
Perselisihan ini seolah menjelaskan mengapa dalam beberapa tahun terakhir, Malmsteen memilih untuk mengambil alih posisi vokal utama di bandnya sendiri.
Dia tak lagi menggunakan jasa vokalis ternama seperti era Jeff Scott Soto, Joe Lynn Turner, atau Tim “Ripper” Owens.
Dalam album teranyarnya, Parabellum (2021), Malmsteen hanya menyisakan empat lagu dengan vokal, sementara sisanya adalah instrumen gitar yang dominan—sebuah langkah yang menegaskan dominasinya secara penuh atas setiap nada yang keluar dari studio rekamannya.
Bagi para penggemar purist, sikap Malmsteen ini dianggap sebagai bentuk integritas artistik.
Namun bagi pengamat industri, ini adalah pengingat keras betapa rumitnya hubungan antara sang maestro dengan “suara-suara” yang pernah membantu membesarkan namanya di puncak kejayaan musik rock dunia.

