Evolusi Vokal: Dari Lemmy ke Teknik Guttural
Salah satu poin menarik yang dibahas Webster adalah transformasi vokal dari bernyanyi menjadi geraman (growl).
Dia melihat ada pergeseran organik dari gaya “kasar tapi bernada” milik Lemmy Kilmister (Motorhead) dan Cronos (Venom) menuju sesuatu yang lebih gelap.
“Awalnya masih ada melodi, lalu muncullah sosok seperti Jeff Becerra (Possessed), Chuck Schuldiner (Death), hingga Kam Lee (Massacre) yang membawa vokal ke arah yang lebih dalam dan guttural,” jelas Webster.
Webster mengenang bagaimana transisi itu terjadi secara alami. Dari vokal yang masih membawa nada, perlahan berubah menjadi rhythmic growl yang lebih mengutamakan pola ketukan daripada melodi konvensional.
Misi Awal Cannibal Corpse
Berbeda dengan banyak band yang terbentuk secara tidak sengaja, Cannibal Corpse sejak awal memang dirancang untuk menjadi entitas death metal yang murni pada 1988.
Webster menceritakan bahwa sebelum membentuk Cannibal Corpse, dia dan gitaris Jack Owen berada di band bernama Beyond Death yang mengusung gaya crossover.
Namun, setelah terpapar demo Morbid Angel dan album Pleasure to Kill milik Kreator, mereka memutuskan untuk melompat ke sisi yang lebih ekstrem.
“Saat album Eaten Back to Life (1990) rilis, akarnya memang thrash, tapi sejak awal kami sudah menetapkan diri sebagai band death metal,” beber Webster.

