DumaiHeadlines.com – Persija Jakarta harus menelan pil pahit saat menjamu Arema FC dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/2/2026) malam.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, Macan Kemayoran dipaksa menyerah dengan skor 0-2 melalui dua gol serangan balik tim tamu.
Kekalahan ini tergolong menyakitkan bagi anak asuh Mauricio Souza. Pasalnya, secara statistik Persija tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 72 persen.
Namun, keasyikan menyerang justru menjadi bumerang bagi lini pertahanan Persija yang lengah di menit-menit krusial.
Strategi Souza Berujung Antiklimaks
Pelatih Persija, Mauricio Souza mengakui ada masalah besar dalam pengambilan keputusan pemain di lapangan. Meski timnya memegang kendali permainan, namun penyelesaian akhir dan koordinasi antar lini masih jauh dari harapan.
“Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis benar-benar merugikan tim kami di babak pertama,” ungkap Souza mengutip laman persija.id.
Souza sempat mencoba mengubah keadaan di babak kedua dengan memasukkan Alaeddine Ajaraie. Meski tekanan meningkat dan Arema dipaksa bertahan total, gawang Persija justru bobol dua kali lewat aksi Gabriel Costa di menit ke-82 dan masa injury time.
“Babak kedua dari tim kami sebenarnya sangat bagus, meskipun kami kebobolan. Masalahnya, kami tidak cukup baik dalam menyerang sambil bertahan, sehingga mereka bisa melakukan serangan balik,” ujarnya.

