DumaiHeadlines.com – Stadion Atleti Azzurri d’italia menjadi saksi bisu sebuah malam yang tidak terlupakan bagi publik Bergamo.
Atalanta secara luar biasa berhasil membalikkan prediksi dunia setelah melumat raksasa Jerman, Borussia Dortmund dengan skor telak 4-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Hasil ini memastikan La Dea melenggang ke perempat final dengan agregat tipis 4-3, sebuah pencapaian yang oleh sang bintang, Gianluca Scamacca disebut sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah klub.
Mentalitas Baja Scamacca dan Drama Menit Akhir
Gianluca Scamacca langsung menggebrak dengan gol pembuka saat laga baru berjalan lima menit. Gol cepat ini menjadi bahan bakar moral bagi skuat asuhan Raffaele Palladino.
Puncaknya, Lazar Samardzic mengunci kemenangan melalui eksekusi penalti dingin pada menit ke-98 yang membuat seisi stadion bergemuruh.
“Mungkin bagi orang luar, kebangkitan ini tak terduga. Namun bagi kami, kami selalu merasa bisa membalikkan keadaan,” ujar Scamacca kepada Sky Sport Italia usai laga.
Striker Timnas Italia itu menekankan bahwa kunci kemenangan ini adalah kolektivitas tim. Ia juga memuji peran pemain pengganti yang memberikan dampak instan di lapangan.
Sentuhan Magis Raffaele Palladino
Kebangkitan Atalanta tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Raffaele Palladino. Sejak menakhodai tim pada awal November, Palladino telah mencatatkan 15 kemenangan dari 23 pertandingan.
“Pelatih memberikan energi luar biasa dan dorongan yang sangat penting. Kami kembali menemukan jati diri dan sadar bahwa kami berada di jalur yang benar,” ujar Scamacca.
Selain faktor teknis, Scamacca memberikan apresiasi setinggi langit kepada 23.000 pendukung fanatik yang memadati stadion. Kehadiran mereka diakui sebagai pemain ke-12 yang memacu adrenalin para pemain di lapangan, baik saat laga kandang maupun tandang.

