Statistik Mengejutkan Tanpa Leao
Di sisi lain, Paolo Di Canio justru menyoroti sebuah dilema taktis. Mantan striker AC Milan dan West Ham ini mencatat bahwa Milan tampak lebih kokoh secara pertahanan saat tidak mengandalkan skill individu Leao.
“Ada dilema untuk Allegri. Saat Leao ditarik keluar dalam laga kontra Torino dan digantikan Pulisic, Milan justru berhasil bangkit,” ujar Di Canio.
Statistik musim ini memang menunjukkan anomali. Dalam tujuh laga Serie A di mana Leao absen, Rossoneri tercatat mencetak 15 gol dan hanya kebobolan 3 kali. Hal ini memicu anggapan bahwa tanpa Leao, tim bermain lebih disiplin secara kolektif dan tidak mudah terekspos serangan lawan.
Kontribusi vs Keseimbangan Tim
Meskipun sempat diganggu masalah kebugaran, Leao sejauh ini telah menyumbangkan 9 gol dan 2 assist dari 20 penampilan di Serie A. Angka ini membuktikan betapa krusialnya peran sang pemain dalam memecah kebuntuan.
Tantangan besar kini ada di tangan Massimiliano Allegri: bagaimana menjaga magis individu Leao tetap hidup tanpa harus mengorbankan stabilitas pertahanan tim.
Kemenangan 2-0 atas Cremonese baru-baru ini menjadi modal penting bagi Milan untuk terus mengejar Inter di papan klasemen.

