Menkeu Purbaya menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen akan ditempuh secara bertahap.
Pemerintah terlebih dahulu mengupayakan pertumbuhan menuju kisaran 6 persen sebelum meningkat secara berkelanjutan seiring membaiknya investasi, ekspor, dan produktivitas nasional.
Purbaya menegaskan, target tersebut akan lebih mudah diwujudkan apabila kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor riil saling mendukung dalam mendorong aktivitas ekonomi.
LPEI Disiapkan Perkuat Daya Saing Ekspor
Dalam strategi memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi, Kementerian Keuangan juga mengoptimalkan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Lembaga tersebut diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekspor nasional, khususnya melalui dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha.
Purbaya menyebut LPEI memiliki Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) eksportir dengan skema bunga pembiayaan yang kompetitif.
“Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir, kita menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun bahkan 4 persen jika diperlukan demi pertumbuhan,” katanya.
Reformasi Fiskal Terus Diperkuat
Selain memperluas dukungan terhadap investasi dan ekspor, pemerintah juga melanjutkan reformasi fiskal sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

