Purbaya mengatakan, momentum pemulihan ekonomi yang mulai terlihat sejak akhir 2025 semakin diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan likuiditas, penguatan investasi, menjaga konsumsi masyarakat, hingga percepatan belanja negara.
Di sisi lain, reformasi di bidang perpajakan dan kepabeanan terus dilakukan untuk memperkuat penerimaan negara.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang fiskal yang lebih besar sehingga pemerintah memiliki kapasitas lebih luas dalam mendukung pembangunan nasional.
Informasi tersebut disampaikan Kementerian Keuangan melalui siaran pers yang diterbitkan di Jakarta pada Minggu, 28 Juni 2026.

