Menurut Joyce, fase awal biasanya ditandai dengan meningkatnya ketegangan (tension building), kemudian berlanjut pada tindakan kekerasan.
“Umumnya diakhiri dengan fase honeymoon di mana pelaku kembali bersikap manis,” ujar Joyce.
Siklus tersebut, lanjutnya, sering membuat korban berharap pasangan akan berubah sehingga memilih bertahan, meski kekerasan terus berulang.
Jangan Abaikan Tanda Bahaya
Dalam sesi diskusi, pembawa acara Feni Rose menanyakan langkah yang sebaiknya dilakukan seseorang ketika mulai menemukan tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.
Joyce menilai, kemampuan mengenali perubahan perilaku pasangan menjadi langkah awal yang sangat penting.
“Ya, yang pertama kita tadi pintar membaca perilaku. Jadi itu melatih juga ya,” katanya.
Ia pun mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan diri bertahan apabila mulai merasa berada dalam situasi yang mengancam keselamatan.
“Kalau sudah tahu, eh, kayaknya ini agak mengancam nih, boleh pilih beberapa cara. Kalau enggak sanggup untuk melawan, udah ngacir aja. Ngacir aja, hilang, hilang aja,” ucapnya.
Belajar Berkata Tidak dan Bangun Support System
Selain mengenali tanda-tanda hubungan toksik, Joyce juga menekankan pentingnya komunikasi asertif agar seseorang mampu menyampaikan batasan secara tegas.

