Menjembatani Minat AI dan Praktik Lapangan
Dorongan digitalisasi ini diperkuat oleh temuan Deloitte dalam laporan AI for Business: APAC Trends. Riset tersebut mencatat sekitar 78 persen UKM di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik sudah mulai menggunakan minimal satu perangkat berbasis AI.
Bahkan, 82 persen di antaranya berencana meningkatkan adopsi teknologi ini dalam waktu dekat. Mayoritas responden (86 persen) juga mengakui kehadiran AI sangat membantu mereka dalam mendongkrak produktivitas sekaligus menekan biaya operasional bisnis.
Sepanjang mengikuti program SBGA, para peserta akan dibekali keahlian mengoptimalkan ekosistem bisnis Meta. Mulai dari pemanfaatan fitur iklan pintar berbasis AI, Meta Business Agent, hingga optimalisasi WhatsApp Business.
Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mengotomatiskan interaksi dengan pelanggan, sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus memikirkan strategi pengembangan produk.
Efektivitas perangkat iklan Meta yang disokong AI sendiri sudah menunjukkan angka riil bagi pengiklan di Indonesia. Pelaku usaha yang beriklan di platform ini mencatat rata-rata pengembalian biaya iklan atau Return on Ad Spend (ROAS) sebesar 3,10 kali lipat.
Sementara mereka yang memaksimalkan fitur Advantage+ mengalami lonjakan ROAS rata-rata hingga 22 persen karena mampu membidik target konsumen secara lebih presisi.

