DumaiHeadlines.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kota Dumai mengecam tindakan yang dinilai arogan dilakukan oleh oknum keamanan Masjid Dumai Islamic Center (DIC) terhadap pedagang asongan.
Insiden tersebut viral, setelah video pendek penertiban beredar luas dan menuai beragam tanggapan publik. Salah satu menanggapinya adalah GP Ansor Kota Dumai melalui LBH-nya.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat oknum petugas keamanan Masjid DIC menegur keras pedagang yang berjualan di area sekitar masjid.
Dari rekaman itu, terdengar percakapan bahwa pedagang telah beberapa kali diingatkan agar tidak berjualan di lokasi tersebut, namun tetap kembali beraktivitas.
Peristiwa ini pun langsung menyita perhatian masyarakat Kota Dumai. Banyak pihak menilai tindakan tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan sikap lembaga keagamaan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan ketenangan.
Masjid Harusnya Jadi Tempat yang Ramah Umat
Menanggapi hal itu, Ketua LBH GP Ansor Kota Dumai, Roni Iriandani SH, menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh oknum keamanan masjid.
Menurutnya, masjid adalah “Rumah Tuhan” dan rumah bagi umat Islam, bukan tempat yang menakutkan bagi siapa pun.
“Islam itu Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat untuk semesta alam), agama kasih sayang, bukan agama pemarah yang membuat orang takut untuk datang ke ‘Rumah Tuhan’,” tegas Roni dalam keterangan resminya di Dumai, Rabu (29/10/2025).
Roni menilai bahwa cara-cara represif dan intimidatif sudah tidak relevan lagi di masa sekarang, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit.

