DumaiHeadlines.com – Raksasa streaming musik dunia, Spotify akhirnya buka suara setelah menjadi target aksi pencurian data masif yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri mereka “aktivis pembajak”.
Kelompok tersebut mengklaim telah berhasil mengkloning sebagian besar perpustakaan musik Spotify dengan alasan “pelestarian arsip”.
Insiden ini kali pertama mencuat pada Senin (22/12/2025). Laporan dari Billboard menyebutkan bahwa sebuah mesin pencari open-source populer, Anna’s Archive menjadi pihak pertama yang mempublikasikan hasil peretasan tersebut ke publik.
Respons Tegas Spotify: Akun “Nefarious” Diblokir
Hanya berselang beberapa jam setelah kabar ini meledak, pihak Spotify mengonfirmasi telah melacak dan menonaktifkan akun-akun yang bertanggung jawab.
“Spotify telah mengidentifikasi dan menonaktifkan akun-akun pengguna jahat (nefarious) yang terlibat dalam aktivitas scraping ilegal ini,” ujar juru bicara Spotify dalam pernyataan resminya kepada Euronews Next.
Spotify juga menegaskan telah memperketat sistem keamanan untuk menangkal serangan anti-hak cipta serupa di masa mendatang.
Terkait privasi, Spotify mengeklaim bahwa data pengguna yang ikut terseret hanya terbatas pada playlist publik, bukan data sensitif pribadi.

